Social Icons

Pages

Senin, 12 Oktober 2015

Reaktansi Pada Rangkaian Listrik

Kapasitansi ataupun induktansi akan mempengaruhi sifat dari komponen tersebut.Nilai kapasitansi dan induktansi akan saling meniadakan pada impedansi suatu rangkaian.Nilai reaktansi tidak akan terlihat jika komponen tersebut dialiri arus searah (DC),karena reaktansi akan terlihat ketika adanya perubahan arus dan tegangan.Jika menggunakan kalkulus vektor,nilai dari resistansi adalah nilai rill dari suatu impedansi sedangkan reaktansi adalah nilai imajiner dari suatu impedansi.Resistor ideal adalah resistor yang hanya memiliki nilai tahanan atau tidak memiliki nilai reaktansi (jX=0),sedangkan induktor dan kapasitor ideal adalah komponen tidak memiliki nilai tahanan (resistansi=0).

Simbol dari impedansi adalah Z.Impedansi terbentuk karena adanya penjumlahan antara resistansi dan reaktansi atau Z=R+jX (Nilai X bergantung dari Xc dan Xl).Untuk menghitung nilai amplitudo :


Magnitudonya adalah perbandingan voltase dan amplitudo arusnya,sedangkan fasenya adalah perbedaan nilai arus dan voltase.

Jika X lebih besar dari 0 maka reaktansinya bersifat induktif (Xl)
Jika X lebih kecil dari 0 maka reaktansinya bersifat kapasitif (Xc)
Jika X sama dengan 0 maka impedansinya bersifat resistif murni (R)

Reaktansi Induktif


Reaktansi induktif berbanding dengan nilai frekuensi dan nilai induktansi


Sebuah induktor terdiri dari suatu kumparan.Pada hukum Faraday tentang induksi elektromagnetik menyatakan bahwa induksi elektromagnetik menimbulkan Gaya Gerak Listrik (GGL).Ini disebabkan oleh adanya perubahan fluksi yang terbentuk yang berpotongan dengan jalur arus listrik.Adapun hukum faradayberbunyi,yaitu :
  • "Jika sebuah penghantar memotong garis gaya dari suatu medan magnet (fluks) yang konstan,maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi".
  • "Perubahan fluks medan magnetik didalam suatu rangkaian bahan penghantar,akan menimbulkan tegangan induksi pada rangkaian tersebut".


GGL ini bersifat seperti menahan laju arus listrik.Pada sumber DC induktor tidak akan menimbulkan reaktansi,sehingga seperti konduktor biasa,tetapi pada sumber AC maka induktor akan menghasilkan nilai reaktansi.

Reaktansi Kapasitif

Reaktansi kapasitif berbanding terbalik dengan nilai frekuensi dan nilai kapasitif.

Kapasitor terdiri dari sepasang konduktor yang dipisahkan oleh dielektrik.Intinya adalah adanya perbedaan potensial antara dua titik dan diantaranya adalah dielektrik.Jika kapasitor dialiri sumber DC maka salah satu konduktornya akan bermuatan positif dan salah satu konduktor lainnya akan bersifat bermuatan negatif dan ketika mencapai keseimbangan antara keduanya maka arus listrik akan berhenti mengalir,sedangkan jika kapasitor dialiri sumber AC muatan pada tiap konduktornya tidak akan mencapai keseimbangan (belum penuh muatan maka harus dilepaskan) sehingga arus akan tetap mengalir.Semakin tinggi frekuensi semakin sedikit juga muatan yang terisi pada kapasitor sehingga semakin kecil pula hambatannya.